Jumat, 25 November 2011

MAKALAH RENCANA PEMASARAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
       Setiap perusahaan atau badan usaha selalu melakukan kegiatan pemasaran, yang merupakan ciri dari aktivitas usahanya. Tidak ada satu badan usaha pun terlepas dari kegiatan pemasaran ini. Baik perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) maupun Firma, CV dan perusahaan perseorangan serta Koperasi dan Badan-badan Usaha Milik Negara lainnya, semua tidak terlepas dari kegiatan pemasaran. Baik perusahaan jasa angkutan, jasa bank, jasa asuransi dan jasa hotel, maupun perusahaan pabrik, perdagangan, pertanian, pertambangan dan konstruksi, tetap akan melakukan kegiatan pemasaran.
      Kegiatan pemasaran yang dilakukan setiap perusahaan perlu dikoordinasikan dan diarahkan untuk mencapai tujuan perusahaan umumnya dan tujuan bidang pemasaran khususnya. Alat koordinasi dan pengarah kegiatan pemasaran tersebut adalah rencana pemasaran. Yang dimaksud dengan pemasaran dalam hal ini adalah kegiatan yang langsung berkaitan dengan mengalirnya barang atau jasa dari produsen ke konsumen dalam rangka memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan masyarakat konsumen melalui pertukaran.
       Jadi, perencanaan pemasaran merupakan kegiatan merumuskan usaha-usaha yang akan dilakukan dalam bidang pemasaran pada masa yang akan datang, dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang diharapkan dibidang pemasaran.






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Rencana Pemasaran (Marketing Plan)
       Rencana merupakan sebuah strategi untuk mencapai misi atau tujuan perusahaan. Sedangkan pemasaran ialah sebagai suatu sistem aktivitas bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menetapkan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa untuk kepentingan pasar, baik pasar konsumen rumah tangga dan atau pasar industry.
Di dalam suatu perencanaan harus didasarkan pada fakta dan asumsi-asumsi yang valid. Rencana tersebut harus menyediakan penggunaan dari sumber-sumber daya yang ada, baik alokasi dari semua perlengkapan, sumber daya financial,dan sumber daya manusia harus dideskripsikan serta harus memberikan kontinuitas, sehingga setiap rencana pemasaran tahunan dapat dibangun di atasnya, dengan berhasil memenuhi tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang berjangka lebih panjang. Keberhasilan dari sebuah rencana tersebut dapat bergantung pada fleksibilitasnya.
Dalam pemasaran dikenal banyak istilah, yaitu :
a.       Penjualan
Penjualan merupakan salah satu bagian dari keseluruhan aktivitas pemasaran, termasuk di dalamnya adalah aktivitas promosi.
b.      Merchandising
Merupakan perencanaan produk internal perusahaan untuk mendapatkan produk yang tepat untuk pasar yang tepat dan pada waktu yang tepat, pada harga yang tepat, dengan pembungkusan, warna dan ukuran yang tepat.
c.       Distribusi
Merupakan saluran pemasaran- misalnya pedagang besar dan pengeer- yang di rancang untuk menempatkan produk ke pasar.
d.      Distribusi Fisik
Merupakan arus nyata aktivitas pemasaran seperti transportasi, penggudangan, dan pengendalian sediaan.
Pemasaran merupakan konsep yang komprehensif atau menyeluruh yang mencakup semua aktivitas yang melibatkan penempatan produk ke pasar. Sedang penjualan cenderung disamakan dengan pemasaran.

B. Pentingnya Pemasaran
       Pemasaran memainkan peran penting dalam aktivitas ekonomi suatu negara,terutama negara yang menganut paham ekonomi bebas. Dalam ekonomi bebas, terdapat banyak produsen yang bersaing merebut pasar atau merebut konsumen. Sementara para konsumen mempunyai banyak pilihan untuk mengkonsumsi barang-barang yang dihasilkan para produsen.
a.       Konsumen
Konsumen merupakan inti dari setiap aktivitas pemasaran. Setiap aktivitas pemasaran diarahkan kepada konsumen, yaitu orang yang akan menjadi penentu akhir apakah perusahaan berhasil atau gagal. Untuk melaksanakan aktivitas pemasaran, pemasar harus memahami bagaimana konsumen berperilaku dan apa yang membuat para konsumen membeli produk lainnya. Pemasar juga harus memahami apa yang mempengaruhi seorang konsumen memutuskan membeli suatu produk.
Proses yang mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen yaitu :
1.      Setiap orang mempunyai kebutuhan. Kebutuhan yang tidak terpuaskan menciptakan ketegangan, dan pada gilirannya menggerakkan motivasi dan keinginan.
2.      Motivasi dan keinginan tertentu menciptakan orientasi yang menguntungkan ke arah produk-produk tertentu, dan mengarahkan pada keputusan untuk membeli.
3.      Motivasi dan keinginan konsumen dipengaruhi oleh factor internalnya dan factor-faktor eksternal.
4.      Saringan (filter) persepsi konsumen akan menentukan apakah factor-faktor eksternal pada akhirnya akan mempengaruhi diri konsumen.
5.      Keputusan pembelian konsumen dan factor-faktor eksternal juga akan mempengaruhi faktir-faktor internalnya.

b.      Kebutuhan
Kebutuhan didefinisikan sebagai keperluan fisik dan psikologis bagi eksistensi manusia normal. Kebutuhan selalu hadir dalam setiap kehidupan manusia, dan kebutuhan tidak selalu terpuaskan sepenuhnya karena jika satu kebutuhan dipuaskan akan muncul kebutuhan lain yang ingin dipuaskan. Kebutuhan-kebutuhan ini secara terus-menerus dapat mendorong manusia untuk memenuhinya. Kebutuhan-kebutuhan manusia digolongkan ke dalam kebutuhan fisiologis (kebutuhan makan, minum, dan tempat tinggal) ; kebutuhan rasa aman dan keamanan (missal : keamanan kerja); kebutuhan sosial, cinta kasih dan memiliki (missal : menjadi anggota suatu kelompok); kebutuhan aktualisasi diri atau realisasi diri seperti kepuasan dan pencarian kesempurnaan diri. Kehadiran kebutuhan yang tidak terpuaskan akan memungkinkan pemasar atau perusahaan mencari barang-barang dan jasa-jasa yang akan memuaskan kebutuhan konsumen.

c.       Motivasi dan keinginan
Ketidakpuasan kebutuhan menciptakan ketegangan, dan ketegangan ini memunculkan motivasi dan keinginan-keinginan. Motivasi dan keinginan berbeda dari kebutuhan sedalam mana konsumen belajar dari interaksi mereka dengan lingkungan dan bukannya pembawaan lahir atau sifat dasar manusia. Motivasi dan keinginan telah memungkinkan pemasar untuk mendefinisikan lebih jelas bagaimana pemasar dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan konsumen. Konsumen akan dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan periklanannya, penetapan harga produknya, dan saluran distribusinya.

d.      Informasi Toko
Setiap konsumen akan mempunyai banyak informasi tentang barang atau jasa, harga yang pantas, dan penjual. Pemasar harus mengetahui berapa banyak pembeli nyata-nyata mengetahui tentang produknya, dan kemudian mencoba memperbaiki semua kesalahan.


e.       Kepribadian (personality)
Setiap orang adalah pribadi yang unik. Kepribadian dapat dikelompokan dalam berapa hal, dan pemasar harus memahami setiap implikasi dari tipe-tipe kelompok kepribadian yang berbeda bagi strategi pemasaran perusahaannya.

f.       Nilai-nilai (values)
Nilai adalah sikap-sikap yang kuat tentang apa yang diinginkan dan tidak diinginkan. Nilai-nilai berhubungan dengan criteria “ apa yang seharusnya” dan bukannya tentang “ apa itu”, dan nilai-nilai merupakan bagian dari hukum, keputusan-keputusan politik dan bisnis. Bagi pemasar, sulit untuk merubah atau mempengaruhi nilai-nilai yang ada pada diri konsumen.

g.      Penyaring persepsi
Kebutuhan,  motivasi, informasi, kepribadian, sikap, dan nilai-nilai merupakan karakteristik internal konsumen. Sebaliknya, persepsi dan pembelajaran merupakan proses di mana semua karakteristik internal konsumen, kecuali kebutuhan, dapat dipengaruhi oleh pemasar. Sebab persepsi dan pembelajaran merupakan proses bukan sekedar karakteristik konsumen.

C.    Faktor-faktor Eksternal
Keputusan pembelian oleh konsumen juga dipengaruhi oleh factor eksternal yang kemudian diklasifikasikan sebagai pemasaran dan lingkungan. Factor pemasaran terdiri dari 4-P yang kemudian disebut sebagai bauran pemasaran, Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), Place (Distribusi).[1]

D.    Lingkungan Pemasaran
       Untuk memasarkan produk-produk atau jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan dengan sukses, para pemasar harus memahami tidak hanya kebutuhan-kebutuhan konsumen, tetapi juga lingkungan pemasaran dimana pemasar tersebut harus membuat suatu keputusan atau strategi. Lingkungan pemasaran merupakan factor-faktor diluar kendali pemasar, tetapi sangat mempengaruhi proses pemasaran. Pemasar harus memahami bahwa inti dari setiap usaha pemasaran adalah mengetahui perilaku konsumen dan lingkungan pemasarannya. Factor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran meliputi :
a)      Lingkungan kompetitif
Pemasar harus mempertimbangkan sifat persaingan pasar dimana perusahaan bersaing. Pemasar menerapkan strategi pemasaran menurut jenis dan sifat persaingan. Pemasar harus selalu memperhitungkan jumlah pesaing yang harus mereka hadapi, para pesaing dapat menjadi ancaman terhadap produk-produknya, pesaing selalu merespon serta menghadapi setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh perusahaannya. Pemasar atau perusahaan juga harus memperhitungkan kekuatan dan kelemahan para pesaing dan memperhitungkan apakah para pesaingnya mempunyai keunggulan lebih dibandingkan dengan perusahaannya.
Pemasar atau perusahaan harus mempertimbangkan karakteristik pasarnya. Pemasar harus mengetahui bagaimana konsumen akan bereaksi terhadap perubahan ekonomi tertentu.
b)      Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi terdiri dari factor-faktor ekonomi yang mempengaruhi persaingan secara tak langsung, misalnya : perubahan pendapat konsumen, tingkat inflasi, resesi, tingkat pertumbuhan ekonomi, tahap-tahap pembangunan ekonomi,tersedianya pasokan.
c)      Lingkungan Internal perusahaan
Pemasar juga tidak mempunyai kemampuan pengendalian yang sempurna terhadap sumberdaya dan sasaran-sasaran perusahaannya. Bahkan, pemasar harus beroperasi di dalam batasan-batasan yang dikembangkan oleh para manajer puncak.
d)     Kebijaksanaan Ekonomi
Kebijaksanaan di bidang ekonomi terdiri dari dua macam, yaitu kebijaksanaan fiscal, dan kebijaksanaan pemerintah untuk mempengaruhi kinerja ekonomi melalui mekanisme anggaran belanja negara. Kebijaksanaan moneter adalah kebijaksanaan Bank Sentral (BI) untuk mempengaruhi kinerja ekonomi dengan cara mempengaruhi jumlah uang yang beredar dan tingkat bunga.
e)      Lingkungan Teknologi
Linkungan teknologi dapat berimplikasi terhadap peluang-peluang atau ancaman-ancaman terhadap pemasar apabila produknya mempunyai perbedaan yang lebih unggul dibandingkan dengan para pesaingnya sehingga produknya tidak dapat dengan mudah ditiru atau dikembangkan oleh pesaingnya. Pemasar harus selalu waspada terhadap perubahan lingkungan teknologi yang digunakan dimana mereka beroperasi.
f)       Lingkungan Budaya
Budaya ditentukan oleh nilai-nilai masyarakat. Budaya mempunyai pengaruh kuat terhadap pemasar karena pola perilaku yang berbeda diantara budaya yang berbeda pula. Budaya suatu daerah atau suatu Negara sangatlah dinamis dan bukannya statis, pemasar (marketer) haruslah menyadari perubahan dan perbedaan budaya. Dalam suatu daerah atau Negara biasanya terdapat sub-budaya yang memiliki selera dan preferensi yang sangat berbeda antara budaya yang satu dengan lainnya.
g)      Lingkungan Politik dan Hukum
Lingkungan politik dan hukum dapat menjadi salah satu penghambat bagi pemasar, karena banyak Negara mempunyai peraturan-peraturan mengenai advertising. Sistem politik suatu negara juga dapat mempengaruhi kegiatan pemasar.
h)      Lingkungan Sosial dan Etik
Lingkungan dan etik juga merupakan factor yang harus dipertimbangkan oleh para pemasar. Para pemasar diharapkan bertindak sesuai dengan etika yang berlaku. Misalnya, para pemasar seharusnya tidak memberikan informasi yang salah atau menyesatkan, serta bertentangan dengan etika dalam setiap kegiatan periklanannya. Ketentuan-ketentuan sosial dan etika biasanya dijalankan oleh lembaga-lembaga professional dan kelompok-kelompok konsumen.

E.     Unsur-Unsur Pemasaran
       Terdapat empat unsure atau elemen dasar yang dapat dikendalikan oleh pemasar, didalam merancang strategi pemasarannya. Empat unsure-unsur dasar tersebut biasanya disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri dari 4-P yaitu product (produk), Price (harga), Place or Channel of distribution (tempat atau saluran distribusi), dan Promotion (promosi).[2]

F.      dari Sebuah Rencana Pemasaran
       Rencana pemasaran harus dirancang untuk memenuhi kriteria-kriteria tertentu.
Beberapa karakteristik penting yang harus dimasukkan dalam sebuah rencana pemasaran efektif adalah :
a.       Rencana tersebut harus menyediakan sebuah strategi untuk mencapai misi atau tujuan perusahaan.
b.      Rencana tersebut harus didasarkan pada fakta dan asumsi-asumsi yang valid. Rencana tersebut harus menyediakan penggunaan dari sumber-sumber daya yang ada.
c.       Rencana tersebut harus memberikan kontinuitas, sehingga rencana pemasaran tahunan dapat dibangun diatasnya, dengan berhasil memenuhi tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang berjangka lebih panjang.
d.      Rencana tersebut haruslah sederhana dan singkat.
e.       Rencana tersebut harus menetapkan criteria kinerja yang akan diawasi dan dikontrol.

G.    Macam-Macam Perencanaan  Pemasaran
       Dalam suatu perusahaan terdapat beberapa macam perencanaan pemasaran, berupa :
1.      Perencanaan Pasar yang Strategis (Strategic Market Planning)
Perencanaan ini berkaitan dengan perencanaan usaha perusahaan (business planning), kearah mana perusahaan akan dikembangkan. Dalam perencanaan ini akan dicakup penetapan pasar yang mana akan dilayani dan produk apa yang akan dihasilkan dan dipasarkan. Untuk melakukan perencanaan pasar yang strategis perlu dikaji:
a.       Langganan (customers) yang akan dilayani
b.      Pesaing (competitors) yang harus dihadapi
c.       Trend lingkungan (environmental trends) yang ada, meliputi sosial ekonomi, politik dan teknologiyang mempengaruhi pasar yang diramalkan
d.      Ciri pasar yang ada, untuk mengetahui perubahan yang terdapat dan interaksinya
e.       Ciri perusahaan (internal company characteristions), bagi penilain kemampuan sumber daya yang ada dalam perusahaan
2.      Perencanaan Strategis Pemasaran Perusahaan (corporate marketing planning)
Perencanaan ini merupakan perencanaan jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok dibidang pemasaran perusahaan, yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu.
3.      Perencanaan Pemasaran yang Strategis (strategic marketing planning)
Perencanaan ini berkaitan dengan usaha untuk memasarkan produk perusahaan. Perencanaan ini mencakup strategi pemasaran yang terpadu.
4.      Perencanaan Pemasaran yang Operasional (operational marketing planning)
Perencanaan ini merupakan perencanaan kegiatan pelaksanaan dibidang pemasaran yang rinci atas daerah/wilayah niaga, produk dan waktu yang lebih pendek.[3]

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari uraian di atas “Rencana Pemasaran” yang telah dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa setiap pengusaha harus menyiapkan rencana pemasaran. Rencana pemasaran mewakili sebuah elemen yang signifikan dalam rencana bisnis untuk sebuah perusahaan baru. Rencana pemasaran terutama menentukan bagaimana pengusaha akan bersaing secara efektif dan beroperasi dalam pasar, sehingga mencapai berbagai tujuan dan sasaran bisnis dari perusahaan baru tersebut.
Oleh karena itu kita menekankan pada pembaca bahwa rencana pemasaran sangat penting dalam perkembangan dunia usaha,sehingga di dalam menjalankan suatu usaha dapat berjalan sebagaimana mestinya. Demikian makalah ini disusun, semoga dapat menjadi sarana untuk membangun suatu usaha dengan sebuah perencanaan pemasaran yang baik.


[1] RD.Jatmiko, Pengantar BIsnis, Cet.1 (Malang:Universitas Muhammadiyah Malang,2004) Hal. 90-96
[2] Ibid,Hal. 96-104
[3] Kasmir,Kewirausahaan,Jakarta,Pustaka Sinar Harapan,1996,Hal.300

Tidak ada komentar:

Posting Komentar