Senin, 09 Januari 2012

Belajar Seperti Elang

Elang adalah contoh pasangan yang setia, sekali kawin untuk selamanya.
Elang betina adalah contoh ibu yang teladan: mengurus anak mereka dengan cinta.
Sebelum bertelur menyiapkan sarang di bukit tinggi dan bawahnya jurang.
Rangkanya ranting keras dan duri tajam dilapis rumput-rumput halus dilapis dengan mencabut bulu di dadanya agar sarang enak dan nyaman.
Setelah dierami
telurnya menetas jadilah si anak elang.
Si anak elang: bila lapar paruhnya akan ditengadahkan kemudian sang ibu memasukkan makanan hasil buruan.
Si anak elangpun tumbuh menjadi besar. Bila ada angin kencang berhembus sang ibu merentang sayap menutup sarang memberi perlindungan.
Suatu saat si anak elang kaget ransum makanan tiba-tiba dihentikan, perangai sang ibu berubah tajam dan mereka menangis kelaparan “ibu kenapa begitu?”
Suatu saat si anak elang kaget lagi karena sayapnya sang ibu dikibaskan: rumput halus dan bulu hangat berhamburan keluar dari sarang, tinggal duri tajam menusuk badan. Mereka menangis kesakitan”ibu tega nian kau?”
Suatu saat si anak elang kaget ketika mereka diusir dari sarang, didorong keluar jatuh melayang “ibu kenapa kau mau bunuh anakmu?”
Ketika hampir sampai dasar jurang, sang ibu menyambar menyelamatkan.
Demikianlah berkali-kali mereka dijatuhkan, sampai suatu saat mulai mengepakkan sayap dan si anak elang bisa terbang.
Sang ibu dan bapak elang dengan riang mengajak anak-anaknya terbang di atas awan lalu belajar mencari binatang buruan, barulah si anak elang sadar orang tuanya mengajarkan kerasnya kehidupan.
Ia harus bisa mandiri di belantara alam yang kejam untuk melestarikan kehidupan
Orang tua harus seperti elang mengurus anak dengan cinta tapi ada saatnya harus tega agar anaknya jadi “orang” yang punya mentalitas siap dimasa yang akan datang, bukan jadi orang tua yang serba memberi kepada anak sehingga tidak punya daya juang.


pozted by arul 
http://www.pancawiramegahtama.com/category/artikel-bbm-share-dari-sahabat/page/9

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar