Rabu, 26 September 2012

Administrasi dan Supervisi


   KONSEP KEPEMIMPINAN DAN DIMENSI          KEPEMIMPINAN

Makalah ini guna untuk memenuhi tugas mata kuliah
Administrasi Pendidikan

Oleh: H. M. Yahya M.Pdi

KELOMPOK III:
EKA FATMAWATI
SITI KHOLIFAH
NURUL QOMARIAH
MUDFIRUDIN
BAKTI HAMDANI
DARUL ZHULFI


JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI KEPENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SAMARINDA
2011/2012
PENDAHULUAN
 Latar belakang

            Setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin dan setiap manusia akan diminta pertanggung jawabannya kelak. Manusia sebagai pemimpin minimal mampu memimpin dirinya sendiri. Setiap organisasi harus harus ada pemimpinnya, yang secara ideal dipatuhi dan disegani bawahannya. Organisasi tanpa pemimpin akan kacau balau. Oleh karena itu, harus ada seorang pemimpin yang memerintah bawahannya dan mengarahkan bawahannya mencapai tujuan individu, kelompok, dan organisasi.
            Sebagai ilustri, leader diibaratkan sebagai supir bus yang menentukan arah kemana bus hendaki dibawa agar perjalanan bus selamat sampai tujuan seorang supir atau leader harus memiliki pandangan jauh kedepan. Didalam suatu bus, biasanya supir dibantu oleh kernet. Kernet inilah yang disebur manajer. Jika supir berurusan keatas atau kepemilik bus, maka kernet berurusan kebawah, misalnya mengisi atau membayar bahan bakar minyak, membersihkan bus, menyediakan makanan kecil, dan mengagih biaya perjalannan kepada penumpang. Penumpang ini diibaratkan anggogta organisasi, sedangkan bus diibaratkan sebagai organisasinya.
            Kepemimpinan merupakan topic yang menarik untuk dikaji. Oleh karena itu, sampai sekarang terus dipelajari, dipraktikakn, dan diteliti.








PEMBAHASAN

A. Pengertian Kepemimpinan
Kata “memimpin” mempunyai arti memberikan bimbingan, mengarahkan dan berjalan di depan.[1] Kepemimpinan diterjemahkan kedalam istilah yaitu sifat-sifat, prilaku pribadi, pengaruh terhadap orang lain, pola-pola interaksi, hubungan kerjasama antarparan, kedudukan dari satu jabatan administratif, dan persepsi dari lain-lain tentang legitimasi pengaruh.[2]
Selain itu, kepemimpinan mengandumg arti/makna luas yaitu, kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu lembaga baik perusahaan maupun sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun pengertian lain dari kepemimpinan yaitu, seorang yang mampu meciptakan perubahan secara efektif didalam penampilan kelompok dan mampu menggerakakan orang lain sehingga secara sadar orang lain tersebut mau melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin, selain itu mampu mengarahkan, membimbing, melindungi, membina, memberikan teladan, memberikan dorongan, serta memberikan bantuan[3] dan mecerminkan tanggung jawab untuk menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di lembaga tersebut, sehingga lahir Etos kerja dan produktivitas yang tinggi dalam mencapai tujuan. Kepemimpinan disini sangat penting sebab disamping berperan sebagai penggerak juga berperan untuk melakukan kontrol segala aktivitas karyawan di sebuah perusahaan dan mengontrol segala aktivitas guru, staf, dan siswa, serta sekaligus untuk meneliti persoalan-persoalan yang timbul dilingkungan sekolah.[4]
Berdasarkan pandangan diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk di dalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak sempurna.[5]

B. Konsep Kepemimpinan
          Ditinjau dari sejarah perkembangannya dapat dikemukakan 3 konsep kepemimpinan, yaitu:
1.      Suatu konsep yang menganggap bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemampuan yang berupa sifat-sifat yang dibawa sejak lahir yang ada pada diri seorang pemimpin. Menurut konsep ini kepemimpinan diartikan sebagai traits within the individual leader.jadi, seseorang dapat menjadi pemimpin karena memang dilahirkan sebagai pemimpin dan bukan karena dibuat atau di didik untuk itu ( leaders were borned and not made).
2.      Konsep ini memandang kepemimpinan sebagai fungsi kelompok (function of the group). Menurut konsep ini, sukses tidaknya suatu kepemimpinan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan atau sifat-sifat yang ada pada seseorang, tetapi justru yang lebih penting adalah dipengaruhi oleh sifat-sifat dan ciri-ciri kelompok yang dipimpinnya.
3.      Konsep ini tidak hanya didasari atas pandangan yang bersifat psikologis dan sosiologis, tetapi juga atas ekonomi dan politis. Menurut konsep ini kepemimpinan dipandang sebagai suatu fungsi dari situasi (function of the situation). Disamping sifat-sifat individu pemimpin dan fungsi-fungsi kelompok seperti konsep pertama dan kedua, kondisi dan situasi tempat kelompok itu berada mendapat penganalisaan pula dalam masalah  kepemimpinan.
Demikianlah, untuk mendapat kepemimpinan yang ideal, ketiga konsep tersebut diatas harus dipadukan karena ketiganya saling melengkapi.[6]

C. Dimensi kepemimpinan
          Dimensi kepemimpinan menurut Chester I. Barnard terbagi menjadi dua yaitu efektifan dan efesiensi kepemimpinan.
            Keefektifan berhubungan dengan pencapaian tujuan kerja sama yang brsifat social dan nonpersonal, sedangkan efisiensi berhubungan dengan kepuasan motif-motif individual, dan bersifat personal.
     Menurut David G. Bowers dimensi kepemimpinan terbagi menjadi empat yaitu:
a.       Bantuan (support), artinya tingkah laku yang memperbesar perasaan berhargaseseorang dan merasa dianggap penting.
b.      Kemudahan interaksi, artinya tingkah laku yang memberanikan anggota-anggota kelompok untuk mengembangkan hubungan-hubungan yang saling menyenangkan.
c.       Pengutamaan tujuan, artinya tingkah laku yang merangsang antusiasme bagi penemuan tujuan kelompok mengenai pencapaian prestasi yang baik.
d.      Kemudahan bekerja, artinya tingkah laku yang membantu pencapaian tujuan dengan kegiatan-kegiatan. Contoh penerapan waktu, pengorganisasian, perencanaan dan penyediaan sumber-sumber (alat-alat, bahan-bahan, dan pengetahuan teknis).










PENUTUP
Kesimpulan
            kepemimpinan mengandumg arti/makna luas yaitu, kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu lembaga baik perusahaan maupun sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun pengertian lain dari kepemimpinan yaitu, seorang yang mampu meciptakan perubahan secara efektif didalam penampilan kelompok dan mampu menggerakakan orang lain sehingga secara sadar orang lain tersebut mau melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin, selain itu mampu mengarahkan, membimbing, melindungi, membina, memberikan teladan, memberikan dorongan, serta memberikan bantuan dan mecerminkan tanggung jawab untuk menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di lembaga tersebut, sehingga lahir Etos kerja dan produktivitas yang tinggi dalam mencapai tujuan.
Suatu konsep yang menganggap bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemampuan yang berupa sifat-sifat yang dibawa sejak lahir yang ada pada diri seorang pemimpin. Konsep ini memandang kepemimpinan sebagai fungsi kelompok (function of the group), dan Menurut konsep ini kepemimpinan dipandang sebagai suatu fungsi dari situasi (function of the situation). Disamping sifat-sifat individu pemimpin dan fungsi-fungsi kelompok seperti konsep pertama dan kedua, kondisi dan situasi tempat kelompok itu berada mendapat penganalisaan pula dalam masalah  kepemimpinan.
Demikianlah, untuk mendapat kepemimpinan yang ideal, beberapa konsep tersebut diatas harus dipadukan karena ketiganya saling melengkapi.






DAFTAR PUSTAKA

Purwanto, M. Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Jakarta: PT Remaja Rosdakarya, 1987

Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoretik dan Permasalahannya,   JAKARTA: PT Raja Grafindo Persada, 2007



[1]               Wahjosumidjo,Kepemimpinan Kepala Sekolah,Tinjauan Teoretik dan Permasalahannya,PT Raja Grafindo Persada, JAKARTA: 2007 . Hal 104
[2]               Wahjosumidjo,Kepemimpinan Kepala Sekolah,Tinjauan Teoretik dan Permasalahanny. . . Hal 17
[3]               Wahjosumidjo,Kepemimpinan Kepala Sekolah,Tinjauan Teoretik dan Permasalahanny. . .  Hal 83
[4]               Wahjosumidjo,Kepemimpinan Kepala Sekolah,Tinjauan Teoretik dan Permasalahanny. . . Hal 90
[5]               M. Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya: Jakarta, 1987. Hal. 24

[6]               M. Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan. . .hal. 26

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar