Sabtu, 10 Desember 2011

Tujuan dan Pelaksanaan Inovasi Pendidikan


BAB I

PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang Masalah

          Pesatnya perkembangan lingkungan lokal, regional, dan internasional saat ini berimplikasi terhadap penanganan penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan yang ada. Berkaitan dengan perkembangan tersebut, kebutuhan untuk memenuhi tuntutan meningkatkan mutu pendidikan sangat mendesak terutama dengan ketatnya kompetitif antar bangsa di dunia dalam saaat ini. Sehubungan dengan hal ini, paling sedikit ada tiga fokus utama yang perlu diatasi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, yaitu: upaya peningkatan mutu pendidikan, relevansi yang tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, dan tata kelola pendidikan yang kuat.
Depdiknas menempatkan ketiga hal tersebut dalam rencana strategis pembangunan pendidikan nasional tahun 2004-2009, namun disadari bahwa ketiganya tetap mendesak dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan kedepannya. Atas dasar itu, Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan (Puslitjaknov) Balitbang Depdiknas dalam simposium nasional hasil penelitian pendidikan pada tahun 2009 mengangkat peningkatan mutu pendidikan.
Simposium nasional penelitian dan inovasi pendidikan tahun 2009 merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Puslitjaknov Balitbang Depdiknas sebagai wahana dan wadah untuk menjaring informasi hasil penelitian, pengembangan, dan gagasan inovatif yang bermanfaat dalam memberikan bahan masukan bagi pengambilan kebijakan pendidikan nasional.
Kata inovasi seringkali dikaitkan dengan perubahan, tetapi tidak setiap perubahan dapat dikategorikan sebagai inovasi. Rogers (1983 : 11) memberikan batasan yang dimaksud dengan inovasi adalah suatu gagasan, praktek, atau objek benda yang dipandang baru oleh seseorang atau kelompok adopter lain.
Kata baru biasanya bersifat sangat relatif, biasa karena seseorang baru mengetahui dan biasa juga karena baru mau menerima meskipun sudah lama mengetahui.

B. Rumusan Masalah

a.     Pemahaman apa yang maksud dengan Inovasi Pendidikan

b.     tujuan Inovasi Pendidikan

c.       cara-cara pelaksanaan pendidikan





















BAB II

PEMBAHASAN


A.               Pengertian Inovasi pendidikan

        Di dalam kamus besar Bahasa Indonesia, Inovasi di artikan pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru atau penemuan yang berbeda dari sebelumnya seperti gagasan, metode, atau alat[1].
          Pengertian Inovasi pendidikan disini ialah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja di usahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka penyampaian tujuan tertentu dalam pendidikan[2].
Inovasi berasal dari kata latin, innovation yang berarti pembaharuan dan perubahan. Inovasi ialah suatu perubahan yang baru yang menuju ke arah perbaikan yang lain atau berbeda dari yang sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana. Ibrahim (1988) mengemukakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi hasil seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inverse (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.

        Demikian pula Ansyar, Nurtain (1991) mengemukakan inovasi adalah gagasan, perbuatan, atau suatu yang baru dalam konteks social tertentu untuk menjawab masalah yang dihadapi. Selanjutnya dijelaskan bahwa sesuatu yang baru itu mungkin sudah lama dikenal pada konteks sosial lain atau sesuatu itu sudah lama dikenal, tetapi belum dilakukan perubahan.
                   Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inovasi adalah perubahan, tetapi tidak semua perubahan adalah inovasi. Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetap juga di segala bidang termasuk bidang pendidikan.pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.

B.            Tujuan Inovasi Pendidikan

        Menurut Santoso (1974), tujuan utama inovasi adalah, yakni meningkatkan sumber-sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi. Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas: sarana serta jumlah pendidikan sebesar-besarnya (menurut criteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan), dengan menggunakan sumber, tenaga, uang, alat, dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya, dengan tahap-tahap untuk mencapai tujuan inovasi pendidikan Indonesia. Mengajar ketinggalan-ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajar dengan kemajuan tersebut. Kemudian mengusahakan terselenggaranya pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi setiap warga Negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi.
        Sebagai pertanda dinamisnya kehidupan manusia, ia selalu mengalami perubahan dan kebutuhannya semakin meningkat sesuai dengan perkembanganya. Peranan pendidikan dan tingkat perkembangan manusia merupakan faktor yang dominan terhadap kemampuannya untuk menanggapi masalah kehidupannya sehari- hari. Setiap masalah pendidikan berkaitan erat dengan segi kehidupan yang lain, masalahnya bersifat kompleks, sesuai dengan kehidupan masyarakatnya.
Inovasi pendidikan dilakukan untuk memecahkan masalah pendidikan dan menyongsong arah perkembangan dunia kependidikan yang lebih memberikan harapan kemajuan lebih pesat.
Secara lebih rinci tentang maksud- maksud diadakannya inovasi pendidikan ini, adalah sebagai berikut :
1.     Pembaruan pendidikan sebagai tanggapan baru terhadap masalah- masalah pendidikan
Tugas pembaruan pendidikan yang terutama adalah memecahkan masalah- masalah yang dijumpai dalam dunia pendidikan, baik dengan cara yang konvensial maupun dengan cara yang inovatif. Inovasi atau pebaruan pendidikan juga merupakan suatu tanggapan baru terhadap masalah pendidikan yang nyata-nyata di hadapi. Titik pangkal pembaruan pendidikan adalah masalah yang aktual yang secara sistematis akan di pecahkan dengan cara inovatif.
2.     Inovasi pendidikan sebagai upaya untuk mengembangkan pendekatan yang lebih efektif dan ekonomis. Sehubungan dengan itu, tampaknya ada beberapa cara yang biasa di tempuh dalam upaya pencapaian tujuan.
 
Sasaran Program Pembaruan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan adalah komponen-komponen apa saja dalam bidang pendidikan yang dapat menciptakan inovasi. Pendidikan adalah suatu sistem maka inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan, baik sistem dalam arti sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan yang lain, maupun sistem dalam arti yang luas, misalnya sistem pendidikan nasional. Berikut ini contoh-contoh inovasi pendidikan dalam setiap komponen pendidikan atau komponen sistem sosial dengan pola yang dikemukakan oleh B. Milles, seperti yang dikutip oleh Ibrahim (1988). Pembinaan Personalia Pendidikan yang merupakan bagian dari sistem sosial menempatkan personal (orang) sebagai bagian/komponen dari sistem. Adapun inovasi yang sesuai dengan pembinaan personal, yaitu peningkatan mutu guru, sistem kenaikan pangkat, peningkatan disiplin siswa melalui tata tertib dan sebagainya.
Banyaknya Personal dan Wilayah Kerja Inovasi pendidikan yang relevan dengan aspek ini, misalnya rasio guru dan siswa dalam satu sekolah. Fasilitas Fisik Sistem pendidikan untuk mendayagunakan sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan.
Inovasi yang sesuai dengan komponen ini, misalnya pengaturan tempat duduk siswa,pengaturan papan tulis, pengaturan peralatan laboratorium bahasa, penggunaan kamera video. Penggunaan Waktu Dalam sistem pendidikan tentu memiliki perencanaan pengunaan waktu. Inovasi yang sesuai dengan aspek ini, misalnya pengaturan waktu belajar (pagi atau siang), pengaturan jadwal pelajaran.


Perumusan Tujuan Sistem pendidikan tentu memiliki rumusan tujuan yang jelas. Inovasi yang sesuai dengan aspek ini, misalnya perubahan rumusan tujuan pendidikan nasional, perubahan rumusan tujuan kurikuler, perubahan rumusan tujuan institusional, perubahan rumusan tujuan instruksional. Prosedur dalam sistem pendidikan tentu saja memiliki peran penting untuk mencapai tujuan. Adapun inovasi pendidikan yang relevan dengan komponen ini adalah penggunaan kurikulum baru, cara membuat rencana pengajaran, pengajaran secara kelompok dan sebagainya. Peran yang diperlukan dalam sistem pendidikan perlu adanya kejelasan peran yang diperlukan guna menunjang pencapaian tujuan.

C.   Cara-Cara Pelaksanaan Inovasi

Inonasi pendidikan merupakan perubahan pendidikan yang di dasarkan atas usaha-usaha sadar, terencana, berpola, dalam pendidikan yang bertujuan untuk mengarahkan sesuai dengan kebutuhan yang di hadapi dan tuntutan zamannya. Dalam inovasi pendidikan, gagasan baru sebagai hasil pemikiran kembali haruslah mampu memecahkan persoalan yang tidak terpecahkan oleh cara-cara tradisional yang bersifat komersial.[3]
Di samping sebagai tanggapan terhadap masalah pendidikan dan tuntutan zaman, inovasi pendidikan juga merupakan usaha aktif untuk mempersiapkan diri menghadapi masa datang yang lebih memberikan harapan sesuai dengan cita-cita yang di inginkan. Ada beberapa cara untuk pelaksanaan Inovasi pendidikan diantaranya adalah :

a.     Otonomi Pendidikan sebagai Langkah Awal
                            
Dalam beberapa tahun belakangan, upaya menuju pembenahan sector pendidikan difokuskan pada penataan kewenangan pusat dan daerah. Daerah perlu memiliki peluang untuk mengembangkan pendidikan sesuai kebutuhan dan potensinya. Sementara itu, pusat mengurus hal- hal yang strategis pada tatanan nasional, yaitu pengembangan kurikulum nasional, bantuan teknis, bantuan dana, monitoring, pembakuan mutu, pendidikan moral dan karakter bangsa, serta peberian kesempatan pendidikan pada kelompok masyarakat kurang beruntung.
Desentrlisasi pendidikan merupakan dampak dari desentralisasi pemerintahan yang merupakan wujud UU No. 22 Tahun 1999. Desentralisasi pendidikan bisa dikatakan langkah awal dari reformasi pendidikan. Sebab, desentralisasi pendidikan merupakan suatu upaya menemukan paradigm baru untuk menemukan falsafah dan system pendidikan nasional. Karena itu, desentralisasi pendidikan harus senantiasa diterapkan dalam kerangka system pendidikan nasional sebagai wahan auntuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi pasar global.

    Desentralisasi pendidikan secara hakiki tidak akan menciptakan suatu disintegrasi dalam system pendidikan nasional. Standard kompetensi pendidikan lulusan diberbagai lembaga daerah dengan daerah lainnya tetap sama, yang berbeda adalah pada implementasi prosesnya, sesuai dengan kondisi dan situasi daerah setempat.

    Desentralisasi pendidikan bukanlah sekedar dekonsentrasi di bidang pendidikan yang kekuasaannya di serahkan pemerintah pusat kepada daerah otonom. Desentralisasi pendidikan berkenaan dengan masalah yang sangat mendasar,yaitu pendidikan adalah milik rakyat, proses pengembangan social capital dan intellectual capacity dari suatu bangsa.

    Pendidikan sebagai proses pembudayaan tidak terlepas dari tuntutan-tuntutan hidup bersama masyarakat yang berbudaya. Meminjam pendapat HAR Tilaar, desentralisasi pendidikan mempunyai dua tuntutan, yaitu akuntabilitas horizontal diartikan bahwa akuntabilitas terhadap masyarakat sebagai pemiliknya dan akuntalibitas vertical didalam hidup bersama sebagai satu bangsa, maka pendidikan juga mempunyai fungsi di dalam pengembangan bangsa Indonesia.

    Dua hal pokok sebagai implementasi desentralisasi pendidikan. Pertama, Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management).
Konsep ini secara hakiki adalah pemberian otonomi kepada sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Dalam hal ini sekolah wajib memberdayakan atau melibatkan peran serta atau partisipasi masyarakat dalam pengelolaan rumah tangga sekolah, dengan tetap mengacu pada kerangka kebijakan nasional. MBS dilaksanakan agar sekolah dapat leluasa mengelola sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan dan tanggap terhadap kebutuhan setempat. Kedua, pendidikan yang berbasis masyarakat (Community Based Education). Selama ini masyarakat memiliki potensi yang besar untuk untuk menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan setempat dengan mengandalkan kekuatan dan sumber daya yang ada di masyarakat.

b.     Peningkatan Mutu dan Profesionalisme Guru

Bangsa dan masyarakat kita sangat membutuhkan para guru yang mampu mengangkat citra pendidikan yang terkesan carut-marut, sehingga muncul kesulitan bagaimana harus di mulai, kapan dan siapa yang memulainya, serta dari mana harus di mulai. Satu hal yang menjadi titik perhatian kita adalah “bagaimana merancang guru masa depan kita”. Guru masa depan adalah guru yang memiliki kemampuan dan keterampilan bagaimana dapat menciptakan hasil  pembelajaran secara optimal. Selanjutnya memiliki kepekaan dalam membaca tanda-tanda zaman, serta memiliki wawasan intelektual dan berfikiran maju,

c.      Strategi Pembelajaran

Istilah strategi, sebagaimana banyak istilah lainnya, di pakai dalam banyak konteks dengan makna yang tidak selalu sama. Di dalam konteks pembelajaran, strategi berarti pola umum perbuatan guru/murid dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, konsep strategi merujuk kepada karakteristik  abstrak rentetan perbuatan murid atau guru di dalam pembelajaran.
     J.R David dalam Teaching Strategies for College Class Room (1976), mengemukakan, “A plan, method, or series of activities designed to achieves a particular education goal”. Menurut pengertian ini strategi meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang di rencanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tertentu di perlukan seperangkat metode pengajaran. Suatu program pengajaran yang di selenggarakan oleh guru dalam satu kali tatap muka, biasanya di laksanakan dengan berbagai metode, seperti ceramah, diskusi kelompok, maupun tanya jawab. Keseluruhan metode ini termasuk media pendidikan yang di gunakan untuk menggambarkan strategi pembelajaran.
     Strategi dapat di artikan sebagai a plant of operation achieng something, “rencana kegiatan untuk mencapai sesuatu”. Sedangkan metode ialah a way in achieving something “cara untuk mencapai sesuatu”. Metode pengajaran termasuk dalam perencanaan kegiatan atau strategi.
     Strategi pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab. Strategi pembelajaran adalah hal yang sangat penting bagi seorang guru dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada tiga jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran. Mengenai strategi pengajaran menekankan pada media apa yang di pakai untuk menyampaikan pengajaran, kegiatan belajar apa yang di lakukan siswa, dan dalam struktur belajar mengajar yang bagaimana.
     Strategi pengelolaan menekankan pada penjadwalan penggunaan setiap komponen strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian pengajaran, termasuk pula pembuatan catatan tentang kemajuan belajar siswa.




BAB III

ANALISIS


Dengan pesatnya perkembangan lingkungan local, regional, dan internasional saat ini, sangat berpengaruh pada setiap jenjang pendidikan. kebutuhan untuk meningkatkan mutu pendidikan sangatlah penting karena ketatnya komfetitif antar bangsa di dunia saat ini. Kata Inovasi menurut kamus besar Indonesia adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru atau bisa juga di katakan dengan penemuan yang berbeda dari sebelumnya. Tetapi disini kami ingin membahas inovasi pendidikan yang baru dan bersifat kualitatif untuk meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan tujuan pendidikan.
Tujuan Inovasi pendidikan ialah untuk meningkatkan sumber-sumber sarana dan tenaga pendidikan. Inovasi pendidikan di lakukan untuk memecahkan masalah pendidikan dan menyongsong arah perkembangan dunia pendidikan yang lebih baik lagi. Mungkin secara lebih rinci di adakannya inovasi pendidikan ini ialah sebagai pembaruan pendidikan terhadap masalah-masalah pendidikan, terutama untuk memecahkan masalah-masalah yang sering kali di jumpai di dalam dunia pendidikan. Baik dengan cara konvensial maupu dengan cara inovatif. Inovasi pendidikan juga merupakan suatu tanggapan baru terhadap masalah pendidikan yang nyata di hadapi, sebagai upaya mengembangkan pendekatan yang lebih efektif  dan ekonomis.
Sasaran program pembaruan atau inovasi dalam bidang pendidikan adalah komponen-komponen apa saja dalam bidang pendidikan yang dapat menciptakan Inovasi. Pada dasarnya pendidikan adalah suatu sistem maka Inovasi Pendidikan ialah yang mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan, baik sistem dalam arti sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan yang lain, maupun sistem pendidikan dalam arti yang luas.
Mungkin kita banyak menemukan cara-cara pelaksanaan Inovasi pendidikan, tetapi disini kami hanya membahas beberapa yang menurut kami berpengaruh dalam Inovasi pendidikan. Yang pertama, upaya menuju pembenahan sektor pendidikan yang di fokuskan kewenangan pusat dan daerah. Karena daerah sangat perlu memiliki peluang untuk mengembangkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah tersebut. Yang kedua, adalah meningkatkan mutu dan professionalism guru, yang mampu mengangkat citra pendidikan kita sekarang ini. Mungkin dengan adanya pelatihan atau seminar yang mampu meningkatkan keterampilan dan hasil pembelajaran secara optimal, serta memiliki kepekaan dalam membaca tanda-tanda zaman serta memiliki wawasan intelektual dan berfikiran maju.  Dan yang ketiga ialah strategi pembelajaran. Di dalam konteks pembelajaran, strategi adalah pola umum perbuatan uru dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. Dalam pengajaran yang di selenggarakan oleh guru dalam satu kali tatap muka biasanya di laksanakan berbagai metode, seperti ceramah, diskusi kelompok, maupun tanya jawab, tergantung kreativitas guru selaku pengajar murid.













KESIMPULAN


Di dalam kamus besar Bahasa Indonesia, Inovasi di artikan pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru atau penemuan yang berbeda dari sebelumnya seperti gagasan, metode, atau alat.
Pengertian Inovasi pendidikan disini ialah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja di usahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka penyampaian tujuan tertentu dalam pendidikan.
Inovasi berasal dari kata latin, innovation yang berarti pembaharuan dan perubahan. Inovasi ialah suatu perubahan yang baru yang menuju ke arah perbaikan yang lain atau berbeda dari yang sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana.
Sebagai pertanda dinamisnya kehidupan manusia, ia selalu mengalami perubahan dan kebutuhannya semakin meningkat sesuai dengan perkembanganya. Peranan pendidikan dan tingkat perkembangan manusia merupakan faktor yang dominan terhadap kemampuannya untuk menanggapi masalah kehidupannya sehari- hari. Setiap masalah pendidikan berkaitan erat dengan segi kehidupan yang lain, masalahnya bersifat kompleks, sesuai dengan kehidupan masyarakatnya.
Inovasi pendidikan dilakukan untuk memecahkan masalah pendidikan dan menyongsong arah perkembangan dunia kependidikan yang lebih memberikan harapan kemajuan lebih pesat.
Secara lebih rinci tentang maksud- maksud diadakannya inovasi pendidikan ini, adalah sebagai berikut :
1.     Pembaruan pendidikan sebagai tanggapan baru terhadap masalah- masalah pendidikan
Tugas pembaruan pendidikan yang terutama adalah memecahkan masalah- masalah yang dijumpai dalam dunia pendidikan, baik dengan cara yang konvensial maupun dengan cara yang inovatif. Inovasi atau pebaruan pendidikan juga merupakan suatu tanggapan baru terhadap masalah pendidikan yang nyata-nyata di hadapi. Titik pangkal pembaruan pendidikan adalah masalah yang aktual yang secara sistematis akan di pecahkan dengan cara inovatif.
2.     Inovasi pendidikan sebagai upaya untuk mengembangkan pendekatan yang lebih efektif dan ekonomis. Sehubungan dengan itu, tampaknya ada beberapa cara yang biasa di tempuh dalam upaya pencapaian tujuan.
Ada beberapa cara untuk pelaksanaan Inovasi pendidikan diantaranya adalah : Otonomi Pendidikan sebagai Langkah Awal, Peningkatan Mutu dan Profesionalisme Guru, Strategi Pembelajaran.
inovasi diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetap juga di segala bidang termasuk bidang pendidikan. pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat
diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat.
Namun sekolah lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.










DAFTAR PUSTAKA


Fuad, Ihsan. Dasar-Dasar Kependidikan. Rineka Cipta, 1997. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kamus Besar Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1990.
B. Suryosubroto. Beberapa Aspek Dasar- dasar Kependidikan. Rineka Cipta, Jakarta, 1990.
Hasbullah, Dasar-Dasar Pendidikan, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006.
Isjoni, Saatnya Pendidikan Kita Bangkit, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.


[1] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kamus Besar Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1990, hal 333.
[2] B. Suryosubroto, Beberapa Aspek Dasar- dasar Kependidikan, Rineka Cipta,Jakarta, 1990 hal. 127
[3] Madyo Ekosusilo – RB. Kasihadi, op.cit. hlm. 92.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar